jump to navigation

Latar Belakang Lahirnya Psikologi Dalam 09/08/2008

Posted by ebekunt in Psikologi.
Tags: ,
trackback

Oleh : Kuntjojo

A. Psikologi sebagai Ilmu yang Berdiri Sendiri

Pada mulanya semua ilmu, termasuk psikologi, merupakan bagian dari filsafat. Sehingga ada pernyataan philosophy is the mother of sciences. Psikologi menjadi bagian dari filsafat berlangsung sampai abad ke-18. Pada saat itu pembahasan mengenai segi kejiwaan dilakukan dengan pendekatan filosofis oleh para filsuf. Pertanyaan utama yang ingin dijawab oleh para filsuf adalah : jiwa itu apa. Sedangkan metoda yang dipakai dalam membahas hal tersebut adalah reflective thinking.

Pada abad ke-18 para ahli berusaha menjelaskan gejala-gejala jiwa dengan ilmu faal atau fisiologi. Para ahli dalam bidang tersebut misalnya Sir Charles Bell, Francois Magendi, dan Johannes Peter Muller, telah melakukan penelitian untuk memperoleh gambaran tentang perilaku manusia. Bell dan Magendi berhasil menjelaskan gejala jiwa dalam hubungannya dengan saraf sensoris dan saraf motoris. Muller menjelaskan gejala pengamatan dengan hukum enerji spesifik.

Pada abad ke-19, tepatnya tahun 1879 psikologi diakui sebagai ilmu yang berdiri sendiri. Pengakuan tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa pengetahuan yang mempelajari segi kejiwaan manusia telah memenuhi syarat sebagai pengetahuan ilmiah, yaitu memiliki objek yang spesifik dan metoda ilmiah. Diakuinya psikologi sebagai suatu disiplin ilmu berkat usaha yang telah dilakukan oleh Wilhelm Wundt. Wundt, seorang filsuf, dokter, sosiologi, dan ahli hokum dari Jerman, mendirikan laboratorium psikologi yang pertama di dunia. Labo-ratorium tersebut didirikan oleh Wundt di Leipzig, Jerman pada tahun 1879.

Di dalam laboratorium yang didirikannya, Wundt tidak mempelajari hakikat jiwa melainkan fenomena-fenomena kejiwaan manusia berupa tingkah laku. Metoda ilmiah yang dikembangkan olerh Wundt adalah metoda eksperimen dengan memakai teknik introspeksi.

Pada masa awal berdirinya, psikologi didominasi gagasan dan upaya mempelajari elemen-elemen dasar dari kehidupan jiwa orang dewasa yang normal. Sehingga ciri dari psikologi Wundt adalah penekanannya pada analisis atas proses-proses kesadaran yang dipandang terdiri dari elemen-elemen dasar, serta upayanya menekankan hukum-hukum yang membawahi hubungan diantara elemen-elemen kesadaran tersebut. Karakteristik yang demikian menyebabkan psikologi yang dikembangkan oleh Wundt dinamakan struturalisme atau psikologi elementalisme (Koeswara, 2005 : 27).

Kesadaran, di samping dipandang sebagai kesatuan yang terdiri dari elemen-elemen dasar, oleh Wundt dan para ahli lainnya pada masa itu, dinyataan juga sebagai aspek yang utama dari kehidupan mental manusia. Segala sesuatu atau proses yang terjadi dalam diri manusia selalu berasal atau bersumber dari kesadaran.

B. Situasi yang Berkembang dalam Bidang Psikiatri

Sampai akhir abad ke-19 dalam bidang psikiatri berlaku pendapat bahwa semua gangguan jiwa berasal dari salah satu kerusakan organis dalam otak. Dalam kalangan medis pada waktu itu seakan-akan menjadi dogma bahwa penyebab gangguan jiwa tidak boleh tidak harus bersifat organis (Bertens, 1979 : xiii). Biarpun mereka belum mengetahui kerusakan apa yang menyebabkan gangguan jiwa tertentu, namun mereka berkeyakinan bahwa secara anatomis otak pasti tidak beres.

Sebenarnya ada orang-orang yang pendapatnya berbeda dengan apa yang berlaku pada saat itu. Bahwa gangguan jiwa bisa saja terjadi karena faktor afektif. Namun pendapat demikian tenggelam karena suara mayoritas.. Beberapa ahli yang berpendapat bahwa gangguan jiwa bisa terjadi karena factor nonorganis antara lain sebagai berikut.

1. J. Esquirol

Pada tahun 1805 seorang ahli dari Perancis, Esquirol, menulis deser-tasi yang berjudul Passions Consideres Comme Causes, Symtomes et Moyens Curafits de I’alienatien Mentale atau nafsu-nafsu dipandang sebagai penyebab, gejala, dan cara penyembuhan gangguan psikis (Bertens, 1879 : xiii).

Gagasan utama yang terdapat dalam desertasi tersebut adalah sebagai berikut.

a. bahwa faktor kejiwaan dapat menyebabkan gangguan jiwa;

b. bahwa gangguan jiwa dapat dikenali berdasarkan gejala-gejala yang bersifat kejiwaan;

c. bahwa penyembuhan gangguan jiwa dilakukan dengan pendekatan psikologis.

2. Dr. Joseph Breuer

Dalam upayanya menyembuhkan penderita histeria, Breuer meng-gunakan metoda hipnosis. Dengan metoda ini dia berhasil memastikan bahwa penyebab histeria adalah ingatan-ingatan tak sadar tentang peris-tiwa-peristiwa traumatis yang dialami oleh penderita.

Upaya Breuer menyembuhkan pasien dari histeria pernah dilakukan bersama dengan Sigmund Freud. Pengalaman mereka dalam menangani kasus Anna O. dipublikasikan pada tahun 1895 dalam buku yang diberi ju-dul Studien uber Hysterie (Studi-studi tentang Histeria).

3. J.M. Charcot

Charcot adalah seorang dokter dari rumah sakit La Salpetriere di Paris, Perancis, juga menggunakan metoda hypnosis dalam menyem-buhkan pasien-pasien penderita hysteria. Dia telah membuktikan bahwa kelumpuhan histeris berkaitan dengan faktor-faktor emosional dan pi-kiran-pikiran yang melintasi benak pasien dan bukan berasal dari gangguan fisik.

4. Piere Janet

Janet merupakan psikolog yang kemudian menempuh pendidikan kedokteran. Dia juga pernah menjadi murid Charcot. Janet mengakui bahwa perana patogenis yang dimainkan oleh ingatan-ingatan mengenai peristiwa emosional yang pernah dilupakan. Dia menulis hasil obser-vasinya dengan judul L’automatisme Psycholoique pada tahun 1889. Dalam tulisan tersebut dia menyatakan bahwa ingatan traumatis tidak dapat diulangi dalam keadaan sadar, tetapi hanya bila pasien dimasukkan dalam keadaan hipnosis.

C. Kelahiran Psikologi Dalam

Berbeda dengan Breuer, Charcot, Bernheim, dan terapis-terapis pada waktu itu, yang membiaran data yang diperoleh, Freud mulai menempatkan data yang ia dapatkan dari kegiatan terapinya dalam kerangka psikologi, serta ia berusaha memahami kejadian munculnya neurosis dari sudut psikologi, dan bukan dari su-dut neurologi atau fisiologi. Dengan demikian, sejak Freud menempuh jalannya sendiri, mengembangkan gagasan dan metodanya sendiri, Freud sebenarnya telah berada dalam usaha membangun landasan bagi konsepsi psikoanalisis dan ternyata usaha ini memang berhasil. Sehingga ada pernyataan bahwa metoda asosiasi bebas merupakan tonggak dimulainya psikologi dalam pada umumnya dan psikoanalisis pada khususnya.

Selain metoda asosiasi bebas, Freud juga mengembangkan metoda analisis mimpi (dream analysis) untuk penelitiannya. Metoda ini dikembangkan Freud berdasarkan asumsi bahwa isi mimpi merupakan simbol dari keinginan-keinginan atau pengalaman-pengalaman traumatis tertentu yang ditekan (represi) ke dalam alam tidak sadar. Dengan demikian, sebagaimana dinyatakan Freud, mimpi itu sendiri merupakan via regia (jalan utama) menuju alam tidak sadar (Bertens, 1979: xx). Artinya, melalui penafsiran atas sebuah mimpi bisa diketahui keinginan-keinginan atau pengalaman-pengalaman apa saja yang direpres dan berada di dalam ketidaksadaran. Untuk menguji ketepatgunaan metoda analisis mimpi, Freud menjadikan dirinya sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian ini kemudian dituangkan dalam sebuah buku yang berjudul Die Traumdeutung (The Interpretation of Dreams), yang terbit tahun 1900.

Dengan kemampuan yang baik dalam menulis serta ditunjang dengan data, selain buku yang telah disebutkan di atas, Freud juga menulis beberapa buku yang bukan hanya terbatas pada bidang psikologi dan psikopatologi, tetapi juga di bidang kebudayaan (mitologi), agama, dan sastra. Buku-buku buah gagasan Freud diantaranya adalah sebagai berikut (Koeswara, 1991 : 31).

1. Psychopathology of Everyday Life (1901)

2. Three Essays on Sexuality (1905)

3. Case of Dora (1905)

4. Introductory Lectures on Psychoanalysis (1920)

5. The Ego and the Id (1923)

6. Future of a Illution (1927)

7. Civilization and Its Discontents (1930)

Buku-buku tersebut tersebut dengan gagasan-gagasan yang termuat di dala-mnya, menjadikan Freud pusat perhatian serta menarik minat sejumlah besar orang untuk mempelajari psikoanalisis dan menjadi pengikut Freud. Diantara mereka terdapat nama-nama yang kemudian menjadi terkenal seperti Alfred Adler, Carl Gustav Jung, Ernest Jones, A.A. Brill, Otto Rank, Sandor Ferenzci, dan Hans Sachs. Tetapi dikemudian hari Adler dan Jung memisahkan diri dari Freud dan psikoanalisis karena ada perbedaan pendapat yang tajam, dan kemudian keduanya mengembangkan teori daln aliran psikologi sendiri. Adler mengembangkan Indivual Psychology dan Jung mengembangkan Analitical Psychology.

Psikoanalisis, Psikologi Individual, dan Psikologi Analitis secara umum disebut sebagai Psikologi Dalam (Depth Psychology) atau Psikologi Dinamis. Sebutan tersebut diberikan oleh karena fokus perhatian ketiga aliran psikologi tersebut pada aspek terdalam dari kehidupan jiwa manusia, yaitu ketidak sadaran. Kehidupan jiwa manusia menurut Psikoanalisis, Psikologi Individual, dan juga Psikologi analitis bersifat dinamis. Dinamika tersebut hanya bisa dipahami jika faKtor penggeraknya, baik yang disadari maupun yang tidak disadari dipahami terlebih dahulu.

Referensi

Berry, Ruth. (2001) Freud : Seri Siapa Dia. (Alih Bahasa : Frans Kowa). Jakarta: Erlangga.

Boeree, C.G. (2005) Sejarah Psikologi : Dari Masa Kelahiran Sampai Masa Modern (Alih Bahasa : Abdul Qodir Shaleh). Yogyakarta : Primasophie.

Boeree, C. G. (1997) .Personality Theories :Melacak Kepribadian Anda Bersama Psikolog Dunia. (Alih bahasa : Inyiak Ridwan Muzir). Yogyakarta : Primasophie.

Koeswara, E. (1991) Teori-teori Kepribadian. Bandung : PT Eresco.

Masrun. (1977) Aliran-aliran Psikologi. Yogyakarta : Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.

About these ads

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 25 other followers

%d bloggers like this: