jump to navigation

PENTINGNYA BONDING DAN ATTACHMENT DALAM PERKEMBANGAN BAYI 28/02/2010

Posted by ebekunt in Psikologi.
trackback

Oleh : Kuntjojo

Bayi yang baru lahir yang menunjukkan serba tidak berdaya. Namun dibalik ketidak berdayaannya tersebut pada dirinya terdapat berbagai potensi yang siap berkembanga. Bayi akan berkembang dengan baik dan berbagai potensi yang dimilikidapat berubah menjadi kemampuan nyata bila dirinya mendapatkan stimuli dari lingkungannya, terutama lingkungan sosial.

Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi bayi. Dari lingkungan inilah bayi belajar membentuk pola hubungan dengan orang lain. Faktor yang sangat diperlukan oleh bayi dalam mengembangkan kemampuan tersebut bonding dan attachment. Bila faktor tersebut ternyata tidak atau kurang terpenuhi, menurut Bruce D. Perry (2001: 8) dapat menimbulkan masalah bagi bayi yaitu : (1) developmental delays, (2) eating, (3) soothing behavior,( 4) emotional function, (5) in-appropriate modeling, dan (6) aggression.

Bruce D. Perry (2001 : 3) menyatakan bahwa Bonding merupakan hubungan antara seseorang dengan orang yang lain dan melalui bonding terbentuklah attachment (ikatan kasih sayang). Sedangkan Jeff dan Cindi (2006) memandang bonding sebagai hubungan yang istimewa antara bayi dengan ibunya. Selengpanya dia menyatakan Bonding is that beautiful act of a baby and a parent totally falling in love with each other. Not only is bonding enjoyable, but it is essential for your baby’s psychological well being. A loving environment produces confidence, trust, and relational skills in your baby. The lack of bonding can cause serious psychological problems for your child in the future”

Bonding, menurut Jeff dan Cindi, merupakan kebutuhan esensial bagi bayi. Dengan bonding, bayi belajar mengembangkan rasa percaya diri keterampilan dalam hubungan sosial. Bonding dapat dapat diwujudkan dalam bentuk kontak dini antara ibu dan bayi sesaat setelah bayi dilahirkan, sentuhan, kontak mata, suara, kehangatan tubuh, aroma, dst.

Berkenaan dengan attachment, Bruce D. Perry (2001 : 2) menyatakan “attachment refers to a special bond characterized by the unique qualities of the special bond that forms in maternal-infant or primary caregiver-infant relationships.” Menurut Perry, attachment merupakan suatu hubungan antar manusia (bond) yang ditandai oleh sifat-sifat yang specifik dalam hubungan bayi dan ibunya atau bayi dan pengasuhnya. Selanjutnya Perry (2001: 2) menegaskan bahwa attachment terbentuk melalui bonding dalam dalam attachment bond terdapat elemen-element sebagai berikut.

  1. an attachment bond is an enduring emotional relationships with specific person;
  2. the relationship brings safety, comfort, soothing and pleasure;
  3. loss or threat of loss of person evokes intense distress.

Referensi

Perry, Bruce D. (2001) Bonding Attachment in Maltreated Children : Consequences of Emotional Neglect in Childhood. Booklet

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: